Lewati ke konten utama

Instalasi Linux

Linux dapat diinstal di berbagai lingkungan, termasuk bare metal (langsung ke hardware), virtual machine (VM), dan Windows Subsystem for Linux (WSL). Berikut adalah panduan lengkap untuk masing-masing metode.


1. Instalasi Linux di Bare Metal

Instalasi bare metal berarti menginstal Linux langsung ke perangkat keras tanpa perantara seperti VM atau sistem operasi lain.

1.1 Persiapan Instalasi

1.2 Proses Instalasi

  1. Boot dari USB: Masuk ke BIOS/UEFI dan ubah boot order agar USB menjadi prioritas pertama.
  2. Jalankan Installer: Pilih opsi Install Linux.
  3. Pilih Bahasa dan Zona Waktu.
  4. Partisi Disk:
    • Otomatis: Biarkan sistem membuat partisi sendiri.
    • Manual: Buat partisi seperti berikut:
      • /boot (512MB)
      • / (20GB atau lebih)
      • swap (sesuai kebutuhan, biasanya 2x RAM)
      • /home (sisanya)
  5. Buat User dan Password.
  6. Tunggu Instalasi Selesai, lalu reboot.

Referensi tambahan:


2. Instalasi Linux di Virtual Machine (VM)

Jika tidak ingin menginstal langsung di perangkat keras, Linux dapat dijalankan di VM menggunakan VirtualBox, VMware, atau QEMU/KVM. Berikut panduan lengkap untuk pembuatan dan konfigurasi VM menggunakan VirtualBox sebagai contoh.

2.1 Persiapan

2.2 Pembuatan Mesin Virtual dengan VirtualBox

  1. Buka VirtualBox dan klik tombol New.
  2. Beri Nama VM dan Pilih Tipe OS:
    • Beri nama VM (misalnya, "Ubuntu VM").
    • Pilih Type: Linux dan Version: Ubuntu (64-bit) (atau sesuai distro yang dipilih).
  3. Atur Ukuran Memori:
    • Direkomendasikan minimal 2048 MB (2GB) untuk penggunaan dasar, 4096 MB (4GB) atau lebih untuk performa yang lebih baik.
  4. Buat Virtual Hard Disk:
    • Pilih VDI (VirtualBox Disk Image).
    • Pilih Dynamically Allocated agar ukuran disk dapat berkembang sesuai kebutuhan.
    • Tentukan ukuran disk minimal 20GB (disarankan lebih besar untuk penggunaan desktop).
  5. Konfigurasi VM:
    • Setelah VM dibuat, klik SettingsStorage.
    • Di bawah Controller: IDE, klik Empty. Klik ikon disk di sebelah kanan dan pilih Choose a disk file... untuk memilih file ISO Linux yang telah diunduh.
  6. Atur Jaringan (Opsional):
    • Di tab Network, pilih mode NAT untuk koneksi internet standar atau Bridged Adapter jika ingin VM berada di jaringan yang sama dengan host.
  7. Mulai VM:
    • Klik Start untuk boot VM.
    • Ikuti wizard instalasi Linux yang muncul dalam VM.
  8. Pasang Guest Additions:
    • Setelah instalasi selesai dan sistem telah booting, di menu VirtualBox pilih Devices > Insert Guest Additions CD image.
    • Ikuti instruksi untuk menginstal Guest Additions agar performa dan integrasi dengan host menjadi lebih baik.

Referensi tambahan:


3. Instalasi Linux di Windows Subsystem for Linux (WSL)

WSL memungkinkan pengguna menjalankan Linux di dalam Windows tanpa perlu VM.

3.1 Mengaktifkan WSL

  1. Aktifkan Fitur WSL dan Virtual Machine Platform:
    • Buka Control PanelProgramsTurn Windows features on or off.
    • Centang Windows Subsystem for Linux dan Virtual Machine Platform.
    • Klik OK dan restart komputer Anda.
  2. Instalasi Distro Linux melalui PowerShell:
    • Buka PowerShell sebagai Administrator.
    • Jalankan perintah berikut untuk menginstal distro default (biasanya Ubuntu):
      wsl --install
    • Jika ingin menginstal distro lain, gunakan perintah:
      wsl --install -d <nama_distro>
      Contoh, untuk Debian:
      wsl --install -d Debian
  3. Restart Komputer (jika belum dilakukan setelah mengaktifkan fitur).
  4. Set Up Distro Linux:
    • Buka aplikasi Linux (misalnya, Ubuntu) dari Start Menu.
    • Ikuti wizard setup untuk membuat user dan password.
  5. Update & Upgrade:
    • Buka terminal Linux dan jalankan:
      sudo apt update && sudo apt upgrade

3.2 Mengelola WSL

  • Cek distro yang terinstal:
    wsl --list --verbose
  • Menghapus Distro:
    wsl --unregister <nama_distro>
  • Mengatur WSL2 sebagai default:
    wsl --set-default-version 2

Referensi tambahan:


Kesimpulan

Anda sekarang memiliki beberapa metode untuk menginstal Linux:

  • Bare Metal untuk pengalaman penuh Linux.
  • Virtual Machine (VM) untuk menjalankan Linux tanpa mengubah sistem utama.
  • WSL untuk menjalankan Linux di dalam Windows tanpa VM.

Sesuaikan pilihan Anda dengan kebutuhan dan eksplorasi lebih lanjut melalui referensi yang diberikan! 🚀