Instalasi Linux
Linux dapat diinstal di berbagai lingkungan, termasuk bare metal (langsung ke hardware), virtual machine (VM), dan Windows Subsystem for Linux (WSL). Berikut adalah panduan lengkap untuk masing-masing metode.
1. Instalasi Linux di Bare Metal
Instalasi bare metal berarti menginstal Linux langsung ke perangkat keras tanpa perantara seperti VM atau sistem operasi lain.
1.1 Persiapan Instalasi
- Unduh ISO Linux: Kunjungi situs resmi distro yang diinginkan, misalnya:
- Ubuntu: https://ubuntu.com/download
- Debian: https://www.debian.org/download
- Arch Linux: https://archlinux.org/download
- Buat Bootable USB:
- Windows: Gunakan Rufus
- Linux: Gunakan
dd
ataubalenaEtcher
- macOS: Gunakan
dd
atauEtcher
- Persiapkan Partisi (Opsional):
- Jika ingin dual-boot dengan Windows, siapkan partisi kosong melalui Disk Management di Windows.
1.2 Proses Instalasi
- Boot dari USB: Masuk ke BIOS/UEFI dan ubah boot order agar USB menjadi prioritas pertama.
- Jalankan Installer: Pilih opsi Install Linux.
- Pilih Bahasa dan Zona Waktu.
- Partisi Disk:
- Otomatis: Biarkan sistem membuat partisi sendiri.
- Manual: Buat partisi seperti berikut:
/boot
(512MB)/
(20GB atau lebih)swap
(sesuai kebutuhan, biasanya 2x RAM)/home
(sisanya)
- Buat User dan Password.
- Tunggu Instalasi Selesai, lalu reboot.
Referensi tambahan:
2. Instalasi Linux di Virtual Machine (VM)
Jika tidak ingin menginstal langsung di perangkat keras, Linux dapat dijalankan di VM menggunakan VirtualBox, VMware, atau QEMU/KVM. Berikut panduan lengkap untuk pembuatan dan konfigurasi VM menggunakan VirtualBox sebagai contoh.
2.1 Persiapan
- Download VirtualBox: https://www.virtualbox.org/
- Download VMware Workstation Player (opsional): https://www.vmware.com/products/workstation-player.html
- Unduh ISO Linux dari situs resmi distro yang diinginkan.
2.2 Pembuatan Mesin Virtual dengan VirtualBox
- Buka VirtualBox dan klik tombol New.
- Beri Nama VM dan Pilih Tipe OS:
- Beri nama VM (misalnya, "Ubuntu VM").
- Pilih Type: Linux dan Version: Ubuntu (64-bit) (atau sesuai distro yang dipilih).
- Atur Ukuran Memori:
- Direkomendasikan minimal 2048 MB (2GB) untuk penggunaan dasar, 4096 MB (4GB) atau lebih untuk performa yang lebih baik.
- Buat Virtual Hard Disk:
- Pilih VDI (VirtualBox Disk Image).
- Pilih Dynamically Allocated agar ukuran disk dapat berkembang sesuai kebutuhan.
- Tentukan ukuran disk minimal 20GB (disarankan lebih besar untuk penggunaan desktop).
- Konfigurasi VM:
- Setelah VM dibuat, klik Settings → Storage.
- Di bawah Controller: IDE, klik Empty. Klik ikon disk di sebelah kanan dan pilih Choose a disk file... untuk memilih file ISO Linux yang telah diunduh.
- Atur Jaringan (Opsional):
- Di tab Network, pilih mode NAT untuk koneksi internet standar atau Bridged Adapter jika ingin VM berada di jaringan yang sama dengan host.
- Mulai VM:
- Klik Start untuk boot VM.
- Ikuti wizard instalasi Linux yang muncul dalam VM.
- Pasang Guest Additions:
- Setelah instalasi selesai dan sistem telah booting, di menu VirtualBox pilih Devices > Insert Guest Additions CD image.
- Ikuti instruksi untuk menginstal Guest Additions agar performa dan integrasi dengan host menjadi lebih baik.
Referensi tambahan:
3. Instalasi Linux di Windows Subsystem for Linux (WSL)
WSL memungkinkan pengguna menjalankan Linux di dalam Windows tanpa perlu VM.
3.1 Mengaktifkan WSL
- Aktifkan Fitur WSL dan Virtual Machine Platform:
- Buka Control Panel → Programs → Turn Windows features on or off.
- Centang Windows Subsystem for Linux dan Virtual Machine Platform.
- Klik OK dan restart komputer Anda.
- Instalasi Distro Linux melalui PowerShell:
- Buka PowerShell sebagai Administrator.
- Jalankan perintah berikut untuk menginstal distro default (biasanya Ubuntu):
wsl --install
- Jika ingin menginstal distro lain, gunakan perintah:
Contoh, untuk Debian:
wsl --install -d <nama_distro>
wsl --install -d Debian
- Restart Komputer (jika belum dilakukan setelah mengaktifkan fitur).
- Set Up Distro Linux:
- Buka aplikasi Linux (misalnya, Ubuntu) dari Start Menu.
- Ikuti wizard setup untuk membuat user dan password.
- Update & Upgrade:
- Buka terminal Linux dan jalankan:
sudo apt update && sudo apt upgrade
- Buka terminal Linux dan jalankan:
3.2 Mengelola WSL
- Cek distro yang terinstal:
wsl --list --verbose
- Menghapus Distro:
wsl --unregister <nama_distro>
- Mengatur WSL2 sebagai default:
wsl --set-default-version 2
Referensi tambahan:
Kesimpulan
Anda sekarang memiliki beberapa metode untuk menginstal Linux:
- Bare Metal untuk pengalaman penuh Linux.
- Virtual Machine (VM) untuk menjalankan Linux tanpa mengubah sistem utama.
- WSL untuk menjalankan Linux di dalam Windows tanpa VM.
Sesuaikan pilihan Anda dengan kebutuhan dan eksplorasi lebih lanjut melalui referensi yang diberikan! 🚀