arp Attack
Jenis Serangan ARP
1. ARP Spoofing
Definisi: Penyerang mengirim paket ARP palsu untuk menghubungkan IP korban dengan MAC miliknya, memungkinkan penyadapan atau manipulasi lalu lintas.
Cara Kerja:
- Penyerang mengirimkan pesan ARP Reply palsu ke jaringan.
- Perangkat korban menerima ARP palsu dan memperbarui tabel ARP dengan alamat MAC penyerang.
- Lalu lintas korban melewati perangkat penyerang sebelum dikirim ke tujuan asli.
- Penyerang dapat melakukan penyadapan (sniffing) atau serangan man-in-the-middle (MITM).
Dampak:
- Pencurian data sensitif seperti kredensial login.
- Serangan MITM untuk memanipulasi atau menyuntikkan data berbahaya.
- Pengalihan lalu lintas ke server jahat.
2. ARP Sniffing
Definisi: Penyerang menangkap paket ARP untuk melihat komunikasi dalam jaringan.
Cara Kerja:
- Menggunakan perangkat lunak seperti Wireshark atau tcpdump untuk menangkap paket dalam jaringan.
- Menggunakan mode promiscuous pada kartu jaringan untuk melihat lalu lintas yang bukan miliknya.
- Data seperti username, password, atau informasi lainnya dapat diekstraksi dari paket yang tidak terenkripsi.
Dampak:
- Penyadapan informasi rahasia.
- Eksposur data sensitif dari protokol yang tidak dienkripsi seperti HTTP, FTP, dan Telnet.
3. ARP Poisoning
Definisi: Penyerang mengirim banyak paket ARP palsu untuk merusak tabel ARP.
Cara Kerja:
- Mengirimkan banyak paket ARP Reply dengan informasi yang salah ke berbagai perangkat dalam jaringan.
- Perangkat yang menerima ARP palsu akan menyimpan alamat MAC yang salah dalam tabel ARP mereka.
- Lalu lintas jaringan menjadi kacau karena paket dikirim ke alamat yang salah atau tidak valid.
Dampak:
- Disrupt komunikasi dalam jaringan lokal.
- Kemungkinan menyebabkan perangkat tidak dapat terhubung ke internet.
- Membantu penyerang dalam melakukan ARP Spoofing atau serangan DoS.
4. ARP Flooding
Definisi: Penyerang membanjiri jaringan dengan paket ARP acak, menyebabkan overload pada switch.
Cara Kerja:
- Menggunakan alat seperti "arpspoof" atau "scapy" untuk mengirim ribuan permintaan dan balasan ARP dalam waktu singkat.
- Switch yang tidak memiliki fitur port security dapat mengalami kelebihan beban dan masuk ke mode "fail-open."
- Dalam mode fail-open, switch berubah menjadi hub, mengirimkan semua lalu lintas ke semua perangkat dalam jaringan.
- Hal ini memungkinkan penyerang melakukan ARP Sniffing lebih efektif.
Dampak:
- Menyebabkan gangguan komunikasi pada jaringan.
- Dapat mengakibatkan kelumpuhan switch atau perangkat jaringan lainnya.
- Memungkinkan penyerang menangkap lalu lintas dari banyak perangkat sekaligus.
5. Proxy ARP Attack
Definisi: Perangkat tidak sah bertindak sebagai proxy ARP, mengelabui perangkat agar mengirim lalu lintas melalui dirinya.
Cara Kerja:
- Penyerang mengaktifkan mode proxy ARP pada perangkatnya.
- Perangkat dalam jaringan percaya bahwa penyerang adalah gateway atau router.
- Semua lalu lintas melewati perangkat penyerang sebelum mencapai tujuan sebenarnya.
Dampak:
- Serangan MITM yang lebih sulit dideteksi.
- Pengguna tidak sadar bahwa lalu lintasnya dimanipulasi.
- Potensi penyadapan dan manipulasi data yang lebih besar.
6. ARP Cache Poisoning
Definisi: Penyerang memanipulasi tabel ARP cache dengan data palsu.
Cara Kerja:
- Penyerang mengirim ARP Reply palsu ke perangkat target.
- Tabel ARP cache perangkat target diperbarui dengan informasi yang salah.
- Lalu lintas dikirim ke perangkat penyerang, bukan ke tujuan sebenarnya.
Dampak:
- Serangan MITM.
- Penyadapan komunikasi.
- Potensi pengalihan lalu lintas ke situs phishing atau server jahat.
Cara Mencegah Serangan ARP
- Menggunakan Static ARP Entries: Menetapkan entri ARP secara manual di perangkat penting.
- Mengaktifkan ARP Spoofing Protection: Beberapa perangkat jaringan memiliki fitur perlindungan ARP bawaan.
- Menggunakan VPN: Mengenkripsi lalu lintas untuk menghindari penyadapan.
- Menggunakan Switch dengan Port Security: Membatasi jumlah alamat MAC yang dapat digunakan pada satu port.
- Menggunakan ARP Inspection: Beberapa switch mendukung Dynamic ARP Inspection (DAI) untuk memverifikasi paket ARP.
- Menggunakan Firewall: Firewall yang dapat memfilter dan memantau lalu lintas ARP membantu mencegah manipulasi.
Dengan memahami berbagai jenis serangan ARP dan cara mengatasinya, jaringan dapat lebih aman dari serangan berbasis ARP.